Saturday

Saya tidak mungkin jadi Aktivis Selamanya


Dua tahun lalu ia masih mengendarai BMW putih setiap kali ke kantor. Kini ia menggantinya dengan sebuah Volvo hitam. Tetapi di ruang kerjanya di Jalan Teuku Cik Ditiro 31, Jakarta Pusat, tak banyak berubah. Masih ruang kerja yang dulu, yang cuma cukup untuk sebuah meja, kursi dan rak penuh buku.

Dr. Sjahrir yang kini menjalani usia 50, tampak lebih tenang berbicara dan juga tampaknya lebih mudah terharu. Menurut istrinya, Kartini yang berbicara pada peringatan ulang tahun Sjahrir, Sjahrir begitu gelisah menyambut usia setengah abad itu. “Kami di sini berkumpul untuk menghibur dan menguatkan Ciil,” kata Kartini. Ciil adalah panggilan akrab Sjahrir.

Pleidoi setelah Setengah Abad

Sebagai penganjur deregulasi, ia masih tetap konsisten. Tetapi, keterlibatannya dalam bisnis, membuat independensinya dipertanyakan.

Barangkali Sjahrir harus menyusun satu lagi pleidoi. Makin ramai suara menggugatnya. Ia dituduh tak lagi seperti ketika menjadi aktivis dulu. Dulu, ia selalu bicara atas kepentingan rakyat banyak. Bahkan ia juga masih meneriakkannya lewat seminar-seminarnya. Tetapi sejalan dengan itu ia kini menjadi penasihat konglomerat, direktur utama dan komisaris sejumlah perusahaan, dan tiap hari bepergian dengan Volvo hitamnya. Bahkan ia pernah menjadi saksi pada kasus korupsi Eddy Tansil. Sekadar sikap pragmatis atau penghianatan intelektual?

Evolusi setelah Setengah Abad



Barangkali kebetulan saja jika ketika negara kita akan berusia 50, tahun ini, Sjahrir juga berusia sama. Tetapi bukan kebetulan jika tokoh Malari ini, sama seperti Pemerintah kita juga, ingin merayakan dengan acara istimewa usia setengah abad itu.

“Ada nuansa lain dalam usia 50,” kata Sjahrir, kelahiran Kudus 24 Februari 1945 dalam sebuah wawancara dengan penulis. Nuansa, yang, seperti terlihat sepanjang wawancara, membuat Sjahrir seperti terkesima di suatu saat, di saat lain gelisah, dan ada saatnya seperti tak puas ketika membicarakan perekonomian kita. Dan nuansa yang tidak bisa ia jelaskan itu membuatnya punya niat, “Harus ada sesuatu yang lain dalam ulang tahun kali ini. Sesuatu yang buat saya tidak lain adalah penulisan.”